SUBANG-Beritaaktualnews.com-Belasan mobil pengangkut sampah sudah tua dan rongsokan, hal itu mengakibatkan tumpukan Sampah di setiap pasar semakin menggunung.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Rona Mairansyah, A.P.,M.Si, Sabtu (20/2/2021) mengatakan, banyaknya tumpukan sampah di setiap pasar saat ini memang benar adanya.
“Pasalnya seluruh kendaraan di pusatkan untuk mengangkut sampah yang menumpuk pasca banjir di beberapa titik di wilayah Pantura Subang, bukan sedikit sampah yang terbawa hanyut air dari hulu sungai di saat terjadi banjir, akibatnya sampah menumpuk di beberapa titik lokasi banjir di Pantura.
Untuk satu Kecamatan saja di kecamatan Pamanukan lebih dari 500 ton sampah yang telah di Angkut oleh Puluhan Kendaraan di buang ke TPA Caringin di Kelurahan Parung.
Belum di beberapa kecamatan lainnya, maka kita masih pokus untuk membersihkan sampah di bekas lokasi banjir terlebih dahulu”, kata Rona.
Lanjut Rona mengatakan, ada beberapa kendaraan yang ditugas kan untuk mengangkut saampah khusus di pasar dan wilayah Subang Kota, agar tidak terlihat terlalu menumpuk baik dipasar Inpres,pasar baru dan di pasar Pujasera Subang Kota.
“Kami merasa kesulitan untuk mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Subang, pasalnya sangat Kekurangan kendaraan pengangkut sampah.
Jumlah Kendaraan seluruhnya ada 30 Unit Kendaraan dari jumlah itu ada rusak berat dan sudah menjadi rongsokan sebanyak 15 Unit kendaraan itu sudah di masukan ke rencana lelang ke bagian Aset Setda Subang.
Saat ini kendaraan yang masih bisa di operasionalkan sebanyak 18 unit Kendaraan itupun diantaranya ada 2 Unit kendaraan kondisinya ruksak ringan”, ungkapnya.
Banyaknya tumpukan Sampah disetiap TPS pasar, agar teratasi, Dinas LH membutuhkan 60 Unit Kendaraan setiap kendaraan mengankut sampah 4 ritasi baru penanganan sampah di Kabupaten Subang bisa ter atasi.
Persoalan murahnya upah kerja bagi pekerja Honor pengangkut sampah Rona tidak membantahnya.
Menurut Rona Upah Kerja harian cuma dibayar Rp.39000. setiap orang setiap hari kerja, sedangkan untuk hari libur dibayar Rp.65000.
Sedangkan upah kerja untuk penyapu jalur jalan dibayar Rp.37000 perhari kerja ,kalau hari libur untuk Sabtu dan Minggu dibayar Rp.55000. sedangkan untuk hari libur ke Agamaan dibayqr Rp105000.
Perhari Kerja.
Dengan kondisi kekurangan kendaraan untuk pengangkut sampah Dinas LH telah melaporkan Kepada Bupati danengajukan Ke Provinsi maupun Pemerintah Pusat agar secepatnya diberi bantuan Kendaraan.
Terkait murahnya Upah Kerja kami selaku Pimpinan akan ber upaya mengajukan penambahan anggaran untukqnaikqn Upah Kerja bagi para tenaga Honorer terangnya.
Rona , selaku Pimpinan di LH, mengaku bangga atas loyalitas mereka walaupun dengan dibayar upah yang sangat murah tetapi tetap semangat dan penuh kesabaran ,untuk itu kami berharap dengan pengajuan penambahan anggran untuk menaikan Upah bagi pentapu Jalur maupun pengangkut sampah agar direalisasikan”, tegas Rona.(ade/bds)










