SUBANG-Beritaaktualnews. Com-Hasil kajian akademik, terkait pemekaran daerah otonomi baru Kabupaten Subang utara, yang telah direkomendasikan oleh Bupati Subang.
Berdasarkab laporan tim kajian pemekaran daerah Kabupaten Subang dalam zoom meeting Sosialisasi Kajian Rencana Pemekaran Daerah Subang Utara di Ruang Bupati dengan Fisip Unpad, Kemarin.
Menurut Bupati Subang Ruhimat kepada beritaaktualnews.com, Jum’at (15/1/2021) mengatakan, hasil kajian pemekaran daerah Kabupaten Subang Utara.
“Hal tersebut merupakan tindak lanjut dari apa yang telah kami janjikan pada saat kampaye Pemilukada Subang, dan sebelum kami terpilih hal tersebut bentuk respon dari aspirasi masyarakat pantura.
Kami telah nekomendasikan terkait pemekaran Kabupaten Subang UtaraHasil Polling 52.29 persen, dan responden sangat tetuju pemekaran Kabupaten Subang”, ujarnya.
Lanjut Bupati Subang Ruhimat sering disapa Kang Jimat mengatakan, kamu menghimbau kepada masyarakat tetap menjaga ketertiban dan kondusifitas mengingat Pantura Subang ada proyek nasional yaitu Pelabuhan Patimban Subang.
“Masyarakat Pantura Subsng, agar menjaga kondusifitas berhubung ada program strategis Nasional patimban sudah beroprasidan jalan patimban-cilamaya sedang dalam proses.
Berdasarkan laporan tim kajian, ada 14 kecamatan yang akan masuk dalam Calon Daerah Otonomi Baru (CDOB) diantaranya Kecamatan Blanakan, Ciasem, Legonkulon, Pamanukan,Patokbeusi, Sukasari, Pusaka jaya, Pusakanagara, Cikaum, Tambakdahan, Binong, Compreng, Pabuaran, dan Purwadadi.
Keinginan masyarakat Pantura Subang, sudah dipenuhi untuk memisahkan diri dari Kabupaten induk, desakan untuk pisah dengan induk Kabupaten Subang, disuarakan dan sepat dilakukan kajian di gedung DPRD Subang dengan anggaran Rp 400- 5p0 juta, dan upaya tidak tercapai karena dianggap belum layak”, ujarnya. (bds)












